PERAN HUKUM DALAM KREDIT/PEMBIAYAAN: ANALOGI “REM” DAN “GAS”

“Peran Hukum dalam Kredit/Pembiayaan: Analogi Rem dan Gas”. Managing Director Intersa Consulting/PT Daya Karindo Intersa, Libertus Sitorus, hadir sebagai pemateri utama. Kegiatan ini


Sebagai bentuk partisipasi mengisi perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-75, Intersa Consulting berkolaborasi dengan DPP Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Seluruh Indonesia) menggelar webinar hukum dengan tema “Peran Hukum dalam Kredit/Pembiayaan: Analogi Rem dan Gas”. Managing Director Intersa Consulting/PT Daya Karindo Intersa, Libertus Sitorus, hadir sebagai pemateri utama. Kegiatan ini diselenggarakan tanggal 18 Agustus 2020.

Webinar ini diawali pembukaan oleh Joko Suyanto, S.E., M.M., Ketua Umum Perbarindo periode tahun 2018-2022. Joko Suyanto, S.E., M.M. memaparkan peta industri BPR-BPRS, peluang, serta tantangan yang akan dihadapi. Bankir berpengalaman luas ini juga mengajak para praktisi BPR-BPRS memerhatikan aspek hukum dalam segala lini usaha, termasuk dalam penyaluran dan penyelesaian kredit.

Dalam paparannya, Libertus Sitorus menjelaskan peran aspek hokum dalam usaha perkreditan/pembiayaan dengan analogi “REM” dan “GAS”. Hukum berperan penting sebagai “REM” risiko. Hukum menjadi sarana analisa adanya potensi risiko sehingga perlu dimitigasi sejak dini. Analogi “REM” dari sisi negatif, pemahaman hukum yang lemah atau kurang dapat memperlambat bahkan menghentikan proses kredit, yang seharusnya dapat dipercepat atau dilanjutkan. Analogi kedua, hokum berperan sebagai “GAS”. Artinya, pemahaman hukum yang baik dan mitigasi risiko yang komprehensif akan mempercepat proses kredit. Percepatan proses dari sisi waktu tanpa melupaka nkualitas, akan mempercepat upaya ekspansi atau pertumbuhan kredit, menekan potensi kredit bermasalah, dan secara berkelanjutan akan menghasilkan kredit/pembiayaan yang sehat dan menguntungkan.

Workshop hukum ini dihadiri lebih dari 900 orang anggota Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif, dan para karyawan BPR-BPRS dari seluruh penjuru nusantara. Peserta terlihat sangat antusias dari sisi kehadiran dan juga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Panitia melaporkan ada lebih dari 40 pertanyaan yang tidak sempat dijawab narasumber, yang akan di jawab secara tertulis dan kemudian dibagikan kepada peserta.

Semoga workshop ini menjadi “bekal” tambahan bagi para praktisi untuk memperkuat kapabilitas mitigasi risiko kredit. Kredit sehat, bank pun untung.

(LSP/Intersa Consulting).